Bangkinang – redaksibuser.com– Suasana di Aula Bupati Kampar tiba-tiba berubah tegang! Kamis (25/9/25), seorang warga Kecamatan Salo yang datang dengan penuh harap untuk menjemput bantuan sosial beras, justru harus menelan kekecewaan mendalam.
Padahal, warga tersebut sudah menggenggam erat kupon resmi atau nomor antrian sebagai bukti pengambilan. Namun, saat dilakukan pengecekan nama di daftar penerima, namanya tidak ditemukan. Seketika suasana menjadi heboh dan banyak warga lain ikut mempertanyakan kejanggalan ini.
“Saya sudah dapat kupon, tapi kenapa nama saya hilang?” keluh warga yang diketahui seorang janda, hidup dalam keterbatasan, dan sangat membutuhkan bantuan tersebut.
Kejadian ini langsung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Apakah ada kelalaian dalam pendataan? Atau justru ada permainan di balik hilangnya nama penerima?
Kepala Desa Salo, Ihfasni Arham, M.Ag, kini ikut menjadi sorotan publik. Warga menuntut penjelasan sekaligus pertanggungjawaban atas hilangnya nama salah seorang warganya dari daftar penerima bansos.
Masyarakat menilai, insiden ini tidak bisa dianggap sepele, karena menyangkut nasib rakyat kecil yang benar-benar membutuhkan bantuan. Suasana semakin panas ketika sejumlah warga lain ikut berbisik-bisik dan mendesak agar kasus ini diusut tuntas.
Apakah ini sekadar kelalaian, atau ada sesuatu yang sengaja ditutupi?
Publik kini menunggu jawaban tegas dari pihak terkait.

More Stories
Polres Kampar Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Diduga Mantan Pedagang Ikan Kini Sok Kritik Pemda dan DPRD Kampar
AAMR Siap Kepung Disdik Riau, Dugaan Bisnis Seragam Sekolah di SMA Negeri Kampar Memanas.