Kampar – redaksibuser.com – Beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan ancaman terhadap Kepala Desa Sungai Tonang, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Riau, memicu perhatian publik. Dalam video tersebut, seorang anggota DPRD Kabupaten Kampar, Anasril, diduga mengancam Kepala Desa Sungai Tonang, Yeni Rahman, terkait pengelolaan program Makan Bergizi (MBG).
Peristiwa yang disebut terjadi melalui sambungan telepon genggam pada Selasa lalu itu kini menjadi perbincangan hangat masyarakat. Dugaan ancaman tersebut berkaitan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut-sebut milik Anasril dalam pelaksanaan program MBG di Desa Sungai Tonang.
Kepala Desa Sungai Tonang, Yeni Rahman, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada Rabu siang (25/2/2026), membenarkan adanya komunikasi dengan pihak anggota DPRD Kampar tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya menerima banyak laporan dan keluhan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG di SPPG Sungai Tonang.
Menurut Yeni Rahman, keluhan warga terutama menyangkut kualitas pelayanan serta pelaksanaan program yang dinilai belum memenuhi harapan masyarakat. Hal itu kemudian menjadi perhatian pemerintah desa dan disampaikan kepada pihak terkait.
“Memang ada banyak laporan dari masyarakat mengenai program MBG yang berjalan di SPPG Sungai Tonang. Kami hanya menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Namun, situasi menjadi tegang ketika komunikasi antara kepala desa dan pihak anggota DPRD tersebut diduga berujung pada ancaman melalui telepon. Video yang beredar luas di masyarakat memperlihatkan suasana percakapan yang dinilai bernada keras dan intimidatif.
Dugaan sikap arogan tersebut memicu reaksi publik yang mempertanyakan profesionalisme serta etika pejabat publik dalam menyikapi kritik dan keluhan masyarakat, khususnya terkait program pelayanan gizi yang menyangkut kepentingan warga.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat mendesak adanya klarifikasi dari pihak terkait serta meminta aparat berwenang menelusuri kebenaran isi video yang beredar. Mereka menilai persoalan ini perlu ditangani secara transparan agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Anasril maupun DPRD Kabupaten Kampar belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ancaman tersebut.
Kasus ini menambah daftar sorotan terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Kabupaten Kampar yang sebelumnya juga menuai berbagai kritik dari masyarakat terkait standar pelayanan dan kualitas program.
✍️✍️ Sapi’i

More Stories
Diduga Mantan Pedagang Ikan Kini Sok Kritik Pemda dan DPRD Kampar
AAMR Siap Kepung Disdik Riau, Dugaan Bisnis Seragam Sekolah di SMA Negeri Kampar Memanas.
Diduga Anti Kritik, Kepsek SDN 007 Pulau Lawas Bentak Wartawan Saat Hendak Investigasi Keluhan Wali Murid.