KAMPAR – redaksibuser.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi siswa sekolah dasar di Kabupaten Kampar kini menjadi sorotan.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Indra Sakti, Kecamatan Tapung, diduga menyajikan menu yang nilainya tidak mencapai Rp10.000 per siswa per hari sebagaimana yang selama ini diketahui masyarakat.
Informasi tersebut disampaikan oleh seorang warga Desa Indra Sakti yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Rabu (4/4/2026). Ia mengaku menemukan kejanggalan pada menu MBG yang dibagikan kepada siswa kelas 4 hingga kelas 6 SD.
“Setahu kita, MBG untuk per siswa satu hari itu Rp10.000. Tetapi yang kita temukan di lapangan tidak sampai Rp10.000 untuk siswa kelas 4 sampai kelas 6 SD,” ungkapnya.
Menurutnya, menu yang dibagikan kepada siswa hanya terdiri dari satu roti, satu telur rebus, satu buah jeruk, dan satu bungkus kacang. Jika ditaksir secara kasar, nilainya diperkirakan hanya berkisar antara Rp8.000 hingga Rp8.500 per porsi.
“Kalau dihitung-hitung, tidak sampai Rp10.000. Kita perkirakan hanya sekitar Rp8.000 sampai Rp8.500,” tambahnya.
Keluhan serupa juga datang dari warga lainnya yang turut mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran MBG di SPPG Desa Indra Sakti.
Ia menegaskan bahwa program MBG sejatinya sangat baik untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak-anak, namun pelaksanaannya harus diawasi secara ketat.
“Program MBG ini bagus untuk anak-anak. Tapi kalau ada pemilik SPPG yang nakal, mencari keuntungan besar dan mengabaikan kualitas serta kuantitas gizi, itu harus diberi sanksi tegas,” tegasnya.
Tak hanya soal nilai menu, warga juga menyoroti adanya larangan bagi orang tua siswa untuk memposting foto menu MBG di media sosial.
Hal ini menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat dan memicu pertanyaan mengenai keterbukaan informasi kepada publik.
Sejumlah orang tua siswa di Desa Indra Sakti disebut-sebut telah menyampaikan komplain terkait menu yang diterima anak-anak mereka. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola SPPG setempat.
Masyarakat berharap Badan Gizi Nasional (BGN) segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan MBG di wilayah tersebut.
Transparansi anggaran dan standar mutu gizi dinilai harus menjadi prioritas utama demi menjaga kepercayaan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Desa Indra Sakti belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Awak Media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan berimbang.
✍️✍️ Sapi’i

More Stories
Diduga Mantan Pedagang Ikan Kini Sok Kritik Pemda dan DPRD Kampar
AAMR Siap Kepung Disdik Riau, Dugaan Bisnis Seragam Sekolah di SMA Negeri Kampar Memanas.
Diduga Anti Kritik, Kepsek SDN 007 Pulau Lawas Bentak Wartawan Saat Hendak Investigasi Keluhan Wali Murid.