Redaksi Buser

Jaringan Media Siber Nusantara

Diduga Anti Kritik, Kepsek SDN 007 Pulau Lawas Bentak Wartawan Saat Hendak Investigasi Keluhan Wali Murid.

Kampar — redaksibuser.com – Sikap yang diduga anti kritik ditunjukkan Kepala Sekolah UPT SD Negeri 007 Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, saat dikonfirmasi wartawan terkait sejumlah laporan dan keluhan dari orang tua siswa. Respons bernada tinggi yang dilontarkan oknum kepala sekolah itu kini menjadi sorotan publik dan memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

ketika seorang wartawan mencoba menjalin komunikasi secara baik-baik dengan Kepala Sekolah UPT SDN 007 Pulau Lawas, Khairuddin, S.Pd., M.Pd. Kedatangan wartawan itu bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus meminta klarifikasi terkait beberapa persoalan yang dikeluhkan wali murid di sekolah tersebut.sabtu,16/05/2026.

Dalam percakapan melalui sambungan telepon, wartawan menyampaikan maksud kedatangannya secara sopan dan profesional.

“Assalamualaikum bapak kepsek, saya Sapi’i dari media redaksibuser.com.igin silaturahmi di sekolah bapak. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada bapak terkait beberapa keluhan dari orang tua siswa siswi di sekolah bapak,” ujar wartawan tersebut.

Namun jawaban yang diterima justru dinilai mengejutkan dan bernada emosional.“Untuk apa datang ke sekolah saya?” jawab kepala sekolah tersebut dengan nada keras.

Sikap itu sontak menuai perhatian masyarakat. Pasalnya, sebagai pejabat publik di lingkungan pendidikan, seorang kepala sekolah dinilai seharusnya mampu bersikap terbuka terhadap kritik, masukan, maupun konfirmasi dari media sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara jelas menjamin kemerdekaan pers dalam mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Wartawan memiliki hak untuk melakukan investigasi dan konfirmasi terhadap informasi yang berkembang, terlebih jika berkaitan dengan pelayanan publik di dunia pendidikan.

Respons keras yang ditunjukkan oknum kepala sekolah tersebut justru memunculkan dugaan adanya persoalan yang enggan dibuka ke publik. Publik menilai, apabila tidak terdapat masalah serius, seharusnya pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara profesional dan transparan tanpa perlu menunjukkan sikap emosional terhadap wartawan.

“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa harus alergi terhadap wartawan? Media hadir untuk menyampaikan fakta dan menjadi jembatan informasi bagi masyarakat,” ungkap salah seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SD Negeri 007 Pulau Lawas belum memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait berbagai keluhan orang tua siswa maupun sikap kepala sekolah terhadap wartawan yang hendak melakukan konfirmasi.

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar segera turun tangan untuk melakukan evaluasi terhadap sikap pejabat sekolah yang dinilai tidak mencerminkan keterbukaan informasi publik serta kurang menghargai tugas jurnalistik sebagai mitra kontrol sosial di tengah masyarakat.

✍️✍️ Sapi’i