Asahan -Sikap memaksakan yang ditunjukan oleh oknum pegawai BRI Unit Kartini Kisaran di lapangan, saat menjemput tagihan pada nasabah yang terlambat membayar cicilan ( kredit).
Pemaksaan itu diutarakan oleh 2 Oknum Pegawai BRI Unit Kartini kepada seorang Jandah berinisial SP warga Jalan Chairil Anwar Gang Mangga Lingkungan VI kisaran Rabu kemarin (26/02/2025) sekira pukul 13.45 wib.
SP saat dimintai keterangannya Kamis (27/02/2025) mengatakan ada dua orang petugas Mantri BRI Unit Kartini Cabang Kisaran berinisial P dan D datang Kerumah Saya Dengan Menagih angsuran pinjaman yang menurut data dari petugas mantri BRI unit Kartini kisaran masih adanya tunggakan lebih kurang 4 juta (4 bulan ) berjalan.
Anak Dari SP yang berinisial EN mengatakan, Sebelumnya sempat setiap menjelang jatuh tempo angsuran pinjaman serta menjelang akhir bulan petugas mantri BRI unit Kartini kisaran datang kerumah saya, dan lalu pihak petugas BRI mengantarkan surat pemberitahuan tunggakan tersebut diatas serta menginformasikan agar datang ke kantor BRI unit kartini agar mengajukan proses perpanjangan jangka waktu kredit (restrukturisasi) sesuai kemampuan bayar nasabah,”katanya.
Namun orang tua saya belum sempat datang ke kantor BRI unit tersebut, karena harus berjualan (sarapan pagi) dan setelah berjualan mengurus rumah serta belanja untuk kebutuhan pokok,”terang EN.
Akan tetapi setelah nasabah berunding dengan salah satu keluarga yaitu anak dari SP Dan hasil keputusan keluarga tersebut untuk tidak ingin memperpanjang jangka waktu pinjaman (restrukturisasi) tersebut diatas.Sehingga setiap bulan ke depan anak yang bersangkutan membayar angsuran setiap bulan sebesar 450 ribu dan 500 ribu setiap bulannya karena menjadi tanggung jawab sebagai anak kepada orang tuanya.
Sehingga dari hasil berjualan sarapan pagi hasilnya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan modal untuk berjualan.
Sejalan dengan usaha pendapatan orang tua saya yang terus menurunnya omset yang cukup drastis sehingga harus memutar otak agar dapat memenuhi kebutuhan sehari hari apa lagi yang bersangkutan adalah seorang janda yang sudah lanjut usia.
Dari hasil berjualan sarapan pagi yang terkadang hanya mendapat keuntungan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan beliau tinggal bersama dengan anak laki lakinya EN seorang duda serta sekaligus menjaga orang tua saya.
Angsuran pinjaman orang tua saya yang semula 1,5 juta menjadi 500 ribu setiap bulannya, itupun dibantu anaknya yang bersangkutan yang tinggal bersama, ucapnya.
Namun menurut cerita dari Orang tua saya ada salah satu petugas BRI menyampaikan kepada orang tua saya dengan kata “dulu ibu waktu mengajukan pinjaman gampang kan Bu, cepat cairnya” cetus dari salah satu petugas mantri BRI unit Kartini cabang kisaran.
Dan menurut cerita dari orang tua saya bahwa petugas BRI menyuruh kepada orang tua saya agar meminjam uang sebesar 500 ribu kepada saudara atau Jiran tetangga agar bisa membayar angsuran yangg masih kurang untuk bulan Februari ini
Jadi orang tua saya menjawab kepada petugas BRI “insya Allah” namun jawaban dari petugas mantri BRI unit Kartini cabang kisaran tersebut jangan “insya Allah” harus adalah Bu uangnya dan ibu bayarkan langsung melalui agen brilink yang ada didekat rumah ibu, ucap EN menirukan bahasa orang tuanya.
Sehingga berdasarkan analisa dari EN bahwa orang tuanya mendapatkan intimidasi atau tekanan beban mental dari kedua petugas Mantri BRI Unit Kartini, dan akhirnya orang tua saya sempat menelpon saya sambil menangis yang pada saat itu saya tidak ada dirumah,”tutup EN kepada kru media ini.(fri)

More Stories
Polsek Rangsang Barat Dukung Asta Cita Lewat Program Pekarangan Pangan
Penyerahan Kurban Presiden di Meranti Berlangsung Khidmat
Ribuan Warga Padati Jalan Merdeka Sambut Malam Takbir Idul Adha