Redaksi Buser

Jaringan Media Siber Nusantara

Modus Licik! Penipuan Jual Beli Motor Bekas Catut Nama Oknum Polda Riau Berpangkat Kombes, Korban Diancam dan Diperas.

Kampar– redaksibuser.com -Aksi penipuan jual beli motor bekas kembali memakan korban. Kali ini, pelaku diduga dengan sengaja mencatut nama institusi Polda Riau dan mengaku berpangkat Komisaris Besar (Kombes) demi melancarkan aksinya. Modus ini membuat korban ketakutan hingga mentransfer sejumlah uang kepada pelaku.Kamis, 22/01/2026.

Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban dihubungi oleh pelaku yang menawarkan satu unit motor bekas dengan harga menggiurkan. Dalam percakapan, pelaku mengaku sebagai oknum anggota Polda Riau berpangkat Kombes, sehingga korban merasa yakin dan tidak menaruh curiga.

Pelaku kemudian meminta korban mentransfer uang sebesar Rp150.000 dengan alasan biaya administrasi awal. Karena terpengaruh oleh cara bicara pelaku yang meyakinkan serta mengatasnamakan institusi kepolisian, korban akhirnya melakukan transfer sesuai permintaan.

Namun, setelah uang pertama ditransfer, pelaku kembali menghubungi korban dan meminta uang tambahan sebesar Rp1.500.000. Kali ini, pelaku diduga mulai melontarkan ancaman keras, dengan mengatakan bahwa jika korban tidak segera mentransfer uang tersebut, pelaku akan “bertindak tegas” terhadap korban.

Merasa tertekan dan takut akibat ancaman tersebut, korban mengalami trauma dan menyadari bahwa dirinya diduga telah menjadi korban penipuan. Hingga berita ini diterbitkan, pelaku belum diketahui identitas aslinya dan diduga hanya mengaku-ngaku sebagai perwira tinggi Polda Riau untuk menakut-nakuti korban.

Kasus ini menambah daftar panjang penipuan yang mengatasnamakan aparat penegak hukum. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengaku sebagai anggota kepolisian, terlebih jika meminta sejumlah uang melalui transfer tanpa prosedur resmi.

Pihak kepolisian diharapkan segera menelusuri kasus ini dan mengungkap pelaku, karena tindakan tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng nama baik institusi Polri.

Hingga kini, korban dikabarkan tengah mengumpulkan bukti-bukti transfer dan rekaman percakapan untuk dilaporkan ke pihak berwajib.

✍️✍️ Tim