Pakpak Bharat redaksibuser.com
Beberapa Masyarakat Desa Lae Langge Namuseng merasa kecewa terhadap kinerja Kepala Desa Lae Langge Namuseng Perihal Pengadaan Pompa Elektrik yang diduga Mark’Up sesuai besaran Anggaran yang direncanakan pada Musyawarah Desa.
Dan menurut pengakuan dari beberapa Masyarakat desa Lae Langge Namuseng Kecamatan STTU Julu Kabupaten Pakpak Bharat,Pengadaan Pompa Elektrik tersebut yang dibagikan oleh Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa jauh dari harapan Masyarakat karena Pompa Elektrik tersebut yang disalurkan tidak sesuai harapan Masyarakat sesuai besaran Anggaran yang dikucurkan membuat Masyarakat kecewa sehingga ada beberapa unit Pompa Elektrik tersebut dikembalikan Masyarakat ke Pihak Pemerintah Desa karena tidak dapat difungsikan.
Menurut penuturan Masyarakat Desa Lae Langge Namuseng Pompa Elektrik yang disalurkan oleh Pemerintah Desa hanya satu fungsi, tidak sesuai dengan besar Anggaran pada Musyawarah Desa dimana Pagu Anggarannya lebih kurang Rp 251.478.258, sedangkan penerima manfaat 190 KK, akan tetapi 173 KK Penerima Pompa Elektrik, 17 KK Penerima Spring Bad. Masyarakat juga menuturkan, harga Pompa Elektrik paling tinggi Rp 500.000 /unit kalau Masyarakat beli sendiri dari Toko Pertanian, Masyarakat Desa Lae Langge Namuseng menduga Pemerintah Desa belanja tidak melakukan uji petik/Pembanding harga.Lain lagi kegiatan Fisik Cor Halaman Greja diduga dikerjakan tidak sesuai RAB ungkap Masyarakat.
Ketika Awak media konfirmasi Via WhatsApp terhadap Kepala Desa Lae Langge Namuseng, beliau tidak mau menjawab konfirmasi Awak media.
Dasar hal tersebut kita akan kirimkan surat klarifikasi dari Lembaga Lidik Kasus terhadap Kepala Desa Lae Langge Namuseng karena kita menduga Kepala Desa Lae Langge Namuseng tidak melakukan uji petik/pembanding harga di daerah sekitaran tersebut dan Kepala Desa tersebut sudah mengabaikan juknis Penggunaan Dana Desa, dan kita juga akan buat Laporan Resmi ke Aparat Penegak Hukum (APH) karena kita menduga Kepala Desa Lae Langge Namuseng jadikan Pengadaan Pompa Elektrik jadi Sarat korupsi ungkap Ketua Lidik Kasus Pusat Soni SH. MH ketika diminta tanggapannya.
Bersambung…
(Redaksi)

More Stories
Diduga Mantan Pedagang Ikan Kini Sok Kritik Pemda dan DPRD Kampar
AAMR Siap Kepung Disdik Riau, Dugaan Bisnis Seragam Sekolah di SMA Negeri Kampar Memanas.
Diduga Anti Kritik, Kepsek SDN 007 Pulau Lawas Bentak Wartawan Saat Hendak Investigasi Keluhan Wali Murid.