Meranti – Redaksibuser.com – Sejumlah warga Kabupaten Kepulauan Meranti mendesak Pemerintah Daerah segera merealisasikan pembangunan gudang Bulog beserta pelabuhannya.
Menurut warga, keberadaan infrastruktur itu sangat penting untuk memudahkan akses suplai beras, mengingat wilayah Meranti terdiri dari beberapa pulau besar seperti Pulau Padang, Pulau Merbau, Pulau Rangsang dan pulau lainnya.
“Kami sangat berharap gudang Bulog dan pelabuhannya segera dibangun. Sebaiknya ditempatkan di lokasi strategis agar akses distribusi beras ke seluruh wilayah Meranti lebih mudah,” ujar salah satu sumber kepada awak media, Senin (13/7/2026).
Usul Manfaatkan Lahan Bekas PT Nasional Tember.
Warga juga mengusulkan agar Pemkab mempertanyakan status lahan bekas PT Nasional Tember yang berada di Jalan Pelabuhan Tanjung Harapan, lebihkurang 2 H Kelurahan Selatpanjang Kota.
Lokasi tersebut dinilai sangat strategis untuk pembangunan gudang Bulog sekaligus pelabuhan rakyat yang juga berpotensi menjadi sumber PAD.
“Lahan bekas PT Nasional Tember sudah lebih dari 20 tahun kosong dan tidak dimanfaatkan. Apakah statusnya hak milik atau HGU? Ini perlu diperjelas. Kalau bisa sekalian dibangun pelabuhan rakyat sebagai sumber PAD,” kata sumber.
Ia menambahkan, Pemkab dan DPRD harus berani dan tegas menciptakan sumber-sumber PAD baru untuk pembangunan daerah.
Harapan Ciptakan Lapangan Kerja.
Menurut warga, penentuan status lahan dan percepatan pembangunan menjadi tugas penting pemerintah daerah dan wakil rakyat.
“Ini tugas pemerintah daerah dan wakil rakyat untuk membangun Meranti yang lebih jelas ke depannya. Baik dari sisi PAD maupun penciptaan lapangan kerja,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Kepulauan Meranti belum memberikan keterangan resmi terkait rencana dan status lahan tersebut…(Tim Redaksi)

More Stories
Wujudkan Kesejahteraan, Sekda Meranti Ikuti Musyawarah Perwakilan Masyarakat Pesisir Riau
Peringati Hari Anak Nasional, UPT SMPN 6 Siak Hulu Teguhkan Komitmen Ciptakan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Bullying Menuju Indonesia Emas 2045.
Sudah Sepekan Terlantar di Pangkalbalam, Logistik Ke Belitung Diangkut Kapal Swasta