Kampar Bangkinang – Langkah Bupati Kampar Ahmad Yuzar kembali menuai sorotan tajam dari publik. Pasalnya, orang nomor satu di Kabupaten Kampar itu resmi melantik adik kandungnya, Zamhur, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud), merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kampar beberapa hari yang lalu.
Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk nepotisme terselubung dan menabrak prinsip profesionalitas birokrasi, di mana jabatan strategis kembali dipercayakan kepada keluarga dekat Bupati sendiri.
Sejumlah kalangan ASN dan masyarakat Kampar menyayangkan keputusan tersebut. Mereka menilai, di tengah banyaknya pejabat yang layak dan berkompeten, justru keluarga Bupati yang kembali mendapat posisi strategis.
“Ini sudah mencederai rasa keadilan ASN. Seolah jabatan di Kampar bisa diwariskan hanya karena hubungan keluarga,” ujar salah seorang pejabat eselon yang enggan disebutkan namanya.
Selain menimbulkan kecurigaan soal konflik kepentingan, pengangkatan rangkap jabatan ini juga dianggap tidak efektif dalam menjalankan dua fungsi besar: mengelola sektor pariwisata sekaligus menegakkan ketertiban umum dan keamanan daerah.
Masyarakat pun mendesak agar Bupati Kampar transparan menjelaskan dasar penunjukan tersebut, serta meminta Inspektorat dan BKD Kampar meninjau ulang keputusan yang dianggap mencederai semangat reformasi birokrasi.
sejumlah tokoh masyarakat, aktivis, dan kalangan ASN meminta agar DPRD Kampar segera memanggil Bupati Ahmad Yuzar untuk dimintai klarifikasi terbuka terkait dasar dan pertimbangan penunjukan tersebut.
“DPRD jangan diam. Ini sudah jadi keresahan publik. Bupati harus menjelaskan kepada masyarakat apa alasan menempatkan adik kandungnya di dua jabatan sekaligus,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Kampar, Jumat (17/10).
Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Ahmad Yuzar belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pelantikan adik kandungnya sebagai pejabat rangkap jabatan.
✍️✍️ Tim

More Stories
“Jalan Maut Bangkinang–Pekanbaru Kembali Telan Korban, Warga Murka: “Jangan Tunggu Nyawa Melayang Lagi!”
Camat Kampar Utara Disorot! WHN DPD Kampar Desak Bupati Evaluasi Kinerja Syamsurizal.
KAPOLSEK TAPUNG HILIR PERIKSA HASIL PANEN JAGUNG, 6 DESA HASILKAN 4 TON UNTUK PROGRAM KETAHANAN PANGAN