Redaksi Buser

Jaringan Media Siber Nusantara

Wartawan Diduga Akui Keluarga Kepsek, Coba Intimidasi Tim Media Online

Oplus_131072

Redaksibuser.com. DELI SERDANG  – Polemik dugaan penyalahgunaan dana BOSP dan uang SPP di SMAN 1 Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, kembali memanas. Tim media mengaku mendapat perlakuan tidak pantas saat mengonfirmasi ke sekolah, termasuk tawaran uang dan dugaan intimidasi.

Menurut tim, pemberitaan awal berangkat dari surat Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Pemerhati Dan Pengawas Korupsi Indonesia LSM P3KI Sumut Nomor 02/DPD/P3KI-SU/IV/2026 tertanggal 23 April 2026. Surat itu berisi permintaan klarifikasi dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana BOS.

Surat diterima Humas SMAN 1 Labuhan Deli M. Yusuf di ruang guru pada 23 April 2026. Ketua P3KI Sumut Syamsuddin Sianturi, http://Amd.SIP disebut ikut cek lapangan.

Diduga Ditawari Uang Sambil Direkam.  
Kepala Sekolah mengundang tim datang ke sekolah lewat Humas M. Yusuf sekitar pukul 08.00 WIB, Senin 11/5/2026. Bukti chat disebut ada. 

Pihak sekolah ngundang tim dengan tujuan untuk bermitra. Bila tidak mau kami bermitra, kami tidak akan mengundang orang bapak,” terang Humas.

Lanjut M. Yusuf, pihaknya mencoba menawarkan uang minyak Rp300.000 sampai Rp500.000. Tim menolak. Tim juga menilai tawaran itu disertai upaya perekaman. “Aneh bin ajaib pihak sekolah mencoba menawarkan uang minyak sambil merekam. Ada apa dengan ini sampai mau menjebak,” tulis tim.

Humas juga menyampaikan ke tim bahwa harus ada izin dari Dinas Pendidikan untuk membalas surat LSM. “Jadi masalah temuan orang bapak di tutup saja,” kata Humas menurut keterangan tim.

Diduga Ada Intimidasi dari Oknum Wartawan.  
Tim mengaku dihubungi via WhatsApp 085270083**_ oleh seseorang yang mengaku wartawan harian dan pernah jadi pimpinan redaksi. Orang itu juga mengaku keluarga dekat kepala sekolah.

Dalam percakapan yang disampaikan tim, orang tersebut meremehkan wartawan online dan meminta tim berhenti menulis. “Kalau mau jadi wartawan hebat banyak lah belajar jangan macam kambing baru bertanduk… Wartawan bukan seperti itu dan belajar yang benar ikut UKW,” kata orang itu menurut tangkapan layar yang ditunjukkan tim.

Tim membantah melakukan intimidasi. “Kami selalu mengutamakan apa yang kami dengar dan lihat di lapangan lalu kami naikkan berita. Kami siap lomba menulis dengan wartawan yang mengaku pernah pimpinan redaksi dan sudah UKW. UKW bukan patokan menjadi wartawan dan potensi,” tegas tim.

Humas Merasa Keberatan.
Terkait pemberitaan sebelumnya, Kepala Sekolah lewat Humas M. Yusuf merasa keberatan. “Kok langsung naik berita belum ketemu dengan kepala sekolah,” katanya.

Humas menyebut berita berangkat dari surat LSM dan konfirmasi lapangan. Namun ia menilai prosedur belum dilalui karena belum bertemu langsung dengan kepala sekolah.

Dugaan Temuan dan Tuntutan P3KI. 
P3KI Sumut menduga ada ketidaksesuaian antara laporan dana BOS 2024 yang diterima SMAN 1 Labuhan Deli lebih dari Rp1 miliar dengan kondisi lapangan. Temuan tim menyebut banyak meja-kursi siswa rusak meski anggaran sarana prasarana sekitar Rp350 juta per tahun.

P3KI juga menyorot dugaan SPP siswa dipakai menggaji guru honor padahal dana BOSP sudah menganggarkan Rp66 juta per tahap. Bendahara BOS diduga rangkap jabatan sebagai ASN guru, plang informasi BOS tidak dipasang, dan pembelian seragam serta rehab bangunan tidak transparan.

P3KI meminta kepala sekolah memberi jawaban tertulis lengkap dengan dokumen dan kwitansi. Mereka juga meminta Dinas Pendidikan dan Inspektorat Provsu memeriksa SPJ BOS dan SPJ dana komite.

Kasi SMA UPTD Wilayah 1 Belum Jawab.  
Tempat terpisah, Kasi SMA UPTD Wilayah 1 Halimah saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban sampai berita ini terbit. Pesan WhatsApp sudah centang dua….Tim .

Editor….zamri.