Redaksi Buser

Jaringan Media Siber Nusantara

“Jalan Maut Bangkinang–Pekanbaru Kembali Telan Korban, Warga Murka: “Jangan Tunggu Nyawa Melayang Lagi!”

Kampar – redaksibuser.com –  Ruas jalan Bangkinang–Pekanbaru kembali menjadi sorotan tajam masyarakat setelah kecelakaan lalu lintas kembali terjadi akibat jalan berlubang bekas proyek perbaikan yang belum kunjung dituntaskan. Warga pun geram dan mendesak pemerintah serta pihak kontraktor segera menyelesaikan pengerjaan proyek sebelum kembali memakan korban jiwa.

Peristiwa terbaru terjadi di depan Pasar Baru Air Tiris, Kecamatan Kampar, Seorang pengendara sepeda motor bernama Junaidi mengalami kecelakaan cukup parah saat melintasi jalan berlubang di lokasi pengerjaan proyek, kamis, 14/05/2026.

Berdasarkan informasi yang dampak di lapangan, korban saat itu sedang melaju dari arah Bangkinang menuju Pekanbaru seperti biasanya. Namun nahas, setibanya di titik bekas galian proyek, sepeda motor yang dikendarainya diduga menghantam lubang di badan jalan hingga korban kehilangan kendali dan terjatuh keras ke aspal.

Akibat kejadian tersebut, Junaidi mengalami luka di bagian wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berhamburan memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman.

Insiden itu sontak memicu kemarahan masyarakat air tiris Warga menilai diduga pengerjaan proyek jalan dilakukan secara asal-asalan dan minim perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Sudah sering pengendara jatuh di sini. Jalan digali, tapi dibiarkan begitu saja tanpa langsung diaspal. Ini sangat berbahaya, apalagi malam hari,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.

Menurut warga, sejak proyek perbaikan jalan di ruas Bangkinang–Pekanbaru dimulai, banyak titik bekas galian yang terbengkalai tanpa penyelesaian cepat. Kondisi tersebut semakin membahayakan ketika hujan turun karena lubang tertutup genangan air dan sulit terlihat oleh pengendara.

Masyarakat menilai proyek perbaikan jalan seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman, bukan justru menjadi ancaman baru bagi pengguna jalan setiap harinya.

Selain kondisi jalan yang rusak dan bergelombang, warga juga mengeluhkan minimnya rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi pengerjaan proyek. Banyak pengendara mengaku terkejut saat melintas karena kondisi jalan berubah mendadak tanpa tanda peringatan yang memadai.

“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi jangan sampai proyek seperti ini malah mencelakakan masyarakat. Kerjakan dengan benar dan cepat, jangan tunggu ada korban lagi,” tegas warga lainnya.

Ruas jalan Bangkinang–Pekanbaru sendiri dikenal sebagai jalur vital yang setiap hari dipadati kendaraan roda dua, mobil pribadi, angkutan barang, hingga kendaraan umum. Tingginya aktivitas kendaraan membuat kondisi jalan yang rusak maupun pengerjaan proyek yang belum selesai menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Warga kini mendesak pemerintah dan dinas terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Mereka juga meminta pihak CV maupun PT pelaksana proyek bertanggung jawab dengan segera menutup dan mengaspal titik-titik bekas galian yang masih membahayakan pengguna jalan.

Tak hanya itu, masyarakat berharap pengawasan terhadap proyek jalan diperketat agar pengerjaan sesuai standar keselamatan kerja dan tidak dilakukan secara sembarangan.

Kecelakaan yang menimpa Junaidi diharapkan menjadi alarm keras bagi seluruh pihak terkait. Warga menegaskan, jangan sampai kelalaian dalam pengerjaan proyek jalan kembali memakan korban berikutnya.

✍️✍️ Sapi’i