Kampar Bangkinang – mengenai kosongnya dana publikasi media di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kampar memicu kegemparan di kalangan insan pers. Polemik ini mencuat setelah pembahasan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kampar pada Senin (6/10/2025).
Dalam sidang tersebut, sejumlah anggota dewan mempertanyakan kejelasan anggaran publikasi media tahun berjalan. Bahkan, Bupati Kampar Ahmad Yuzar diminta secara langsung untuk memberikan penjelasan terkait alokasi dana publikasi yang disebut-sebut tidak tersedia di dinas Kominfo.
Ketiadaan dana publikasi tersebut menjadi sorotan serius, mengingat peran media dalam menyebarluaskan informasi pembangunan daerah. Sejumlah wartawan dan pimpinan media lokal mengaku kecewa atas situasi ini, karena dapat menghambat kerja sama antara pemerintah daerah dengan insan pers.saptu, ( 11/Okt/2025 ).
“Selama ini media berperan penting dalam menginformasikan kegiatan pemerintah kepada masyarakat. Kalau anggaran publikasi tidak ada, bagaimana sinergi itu bisa berjalan?” ujar salah satu perwakilan insan pers di Bangkinang.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kominfo Kabupaten Kampar belum memberikan keterangan resmi terkait polemik dana publikasi tersebut.
✍️✍️ Tim ✍️✍️

More Stories
Wujudkan Kesejahteraan, Sekda Meranti Ikuti Musyawarah Perwakilan Masyarakat Pesisir Riau
Peringati Hari Anak Nasional, UPT SMPN 6 Siak Hulu Teguhkan Komitmen Ciptakan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Bullying Menuju Indonesia Emas 2045.
Sudah Sepekan Terlantar di Pangkalbalam, Logistik Ke Belitung Diangkut Kapal Swasta