Kampar Bangkinang – redaksibuser.com – Isu dugaan kredit fiktif dan praktik fraud perbankan yang menyeret PT BPR Sarimadu (Perseroda) Kabupaten Kampar.
Informasi yang beredar di beberapa media online menyebutkan adanya dugaan kredit bermasalah bernilai puluhan miliar rupiah, yang diduga tidak didukung data debitur dan agunan yang sah.
Jika dugaan tersebut terbukti, kondisi ini bukan sekadar persoalan internal perbankan, melainkan berpotensi menimbulkan risiko serius terhadap dana nasabah dan keuangan daerah, mengingat BPR Sarimadu merupakan badan usaha milik pemerintah daerah.
Menindaklanjuti isu tersebut, media telah melayangkan konfirmasi resmi kepada Direktur Utama PT BPR Sarimadu (Perseroda),Kab.kampar Zulhendri, untuk meminta klarifikasi atas sejumlah pertanyaan krusial.
Di antaranya terkait kebenaran kredit bermasalah bernilai besar, mekanisme pencairan kredit yang diduga tanpa dokumen sah, serta sejauh mana transparansi manajemen kepada Pemkab Kampar selaku pemegang saham dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tak hanya itu, masyarakat juga menanti sikap terbuka manajemen BPR Sarimadu terkait kesiapan diaudit secara terbuka oleh OJK maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), mengingat audit menjadi instrumen penting untuk memastikan tidak terjadinya penyimpangan sistemik di tubuh perbankan daerah.
Pertanyaan paling mendasar lainnya adalah langkah konkret apa yang telah dan akan diambil manajemen untuk melindungi dana nasabah serta mencegah potensi kerugian keuangan daerah akibat dugaan praktik fraud tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur Utama PT BPR Sarimadu (Perseroda) belum memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi yang disampaikan media. Redaksi akan memuat secara utuh klarifikasi dan penjelasan pihak manajemen sebagai bentuk keberimbangan dan pemenuhan prinsip jurnalistik, sesuai amanat Undang-Undang Pers.
Publik kini menunggu transparansi dan keberanian manajemen BPR Sarimadu untuk membuka fakta yang sebenarnya, demi menjaga kepercayaan nasabah, integritas perbankan daerah, dan akuntabilitas pengelolaan uang rakyat.
✍️✍️ Sapi’i

More Stories
Republik Corruption Watch (RCW) Laporkan Kepala Sekolah MAN Dairi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara
Diduga Kutipan Komite Dan Dana BOS Tahun 2025 Jadi Sarat Korupsi Oknum Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Dairi
Diduga Penggunaan Dana BOS Dan Kutipan Komite jadi Sarat Korupsi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sianjur Mulamula