TEBING TINGGI | Redaksibuser. Com — Naas diduga Keracunan Makanan Gratis yang dialami 18 Siswa Sekolah Rakyat (SR) di Tebing Tinggi yang Disinyalir Keracunan Makanan, akibat keracunan itu kemudian Orang Tua Murid medesak Kasus ini Diusut Tuntas.
Hal ini terjadi di kota Tebing Tinggi , Sumatera Utara, yakni pada Tanggal 3 September 2025 yang diperkirakan Sebanyak 18 siswa Sekolah Rakyat (SR) diduga mengalami keracunan makanan.
Berikutnya, kejadian itu telah terjadi pada hari Senin pagi, 1 / 9 / 2025. Hal yang sama Siswa Sekolah Rakyat juga telah mengalami Insiden diduga keracunan Makanan.
Sejumlah siswa harus mendapat perawatan medis di rumah sakit dan puskesmas, sementara lainnya ditangani langsung di sekolah.
Saat di konfirmasi Oleh Beberapa media terkait terjadinya akibat keracunan Makanan tersebut, hal itu dibenarkan oleh Direktur RS Natama, dr. Edi Sembiring, Ianya Menyebutkan benar adanya belasan siswa yang dilarikan ke rumah sakit tersebut.”Ujarnya.
“Anak-anak yang dirujuk sempat mengalami gejala mual dan pusing. Namun sebagian sudah mulai pulih setelah mendapatkan perawatan,” Tandasnya.
Sementara itu, Kepala SR, Khairul Anwar Lubis, saat di konfirmasi oleh Tim dari awak media, “menyatakan, pihak sekolah belum dapat memastikan apakah kasus ini sepenuhnya disebabkan oleh karena keracunan makanan gratis.
Selanjutnya, Anwar menyebutkan ada siswa yang memang memiliki riwayat penyakit bawaan. “Anak-anak yang dirawat di RS Natama tidak seluruhnya karena sarapan pagi.”Tampaknya.
Beberapa memang sudah punya riwayat penyakit sebelumnya,” kata Khairul. Dari total 97 siswa yang terdaftar di SR, terdapat 18 siswa yang mengalami gejala setelah sarapan dan masuk kelas sekitar pukul 08.30 WIB.
Dari jumlah tersebut, 1 siswa laki-laki dan 17 lainnya perempuan. “Sebanyak 12 siswa dibawa ke Rumah Sakit Natama, dan 4 orang telah dibawa ke Puskesmas Tanjung Marulak, sedangkan 2 orang lainnya ditangani di UKS sekolah,” Ujarnya.
Peristiwa serupa ini nyatanya bukan lah yang pertama terjadi, dikabarkan juga sudah terjadi Pada hari Senin, 25 Agustus 2025 lalu, sebanyak 17 siswa juga mengalami gejala yang sama disebabkan diduga keracunan makanan dan harus mendapat perawatan medis di RS Natama serta Puskesmas Teluk Karang.
Menanggapi hal ini, Vendor katering yang sebelumnya bekerja sama dengan Sekolah Rakyat, yang bernama Idramsyah, kontraknya telah berakhir pada 31 Agustus 2025 lalu.
“Kontrak kerja saya sudah selesai. Untuk lebih jelasnya, silahkan konfirmasi langsung ke pihak Sekolah Rakyat atau perwakilan Kementerian Sosial yang berwenang,” kata Idramsyah. Menampis pertanyaan awak media.
Kepala Sekolah Rakyat, Khairul Anwar Libis, “menegaskan. bahwa sekolah tidak memiliki kewenangan langsung terkait penyediaan katering, karena hal tersebut merupakan urusan Kementerian Sosial (Kemensos). “Tangkisnya. “Sekolah tidak tahu siapa vendor kateringnya. Itu langsung diatur oleh Kemensos. Kami hanya menerima,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai perlu pihak APH turun ke tempat kejadian perkara, untuk menangani serius dan melakukan evaluasi sesuai mekanisme atas penunjukan Vendor katering agar peristiwa ini tidak terulang kembali.
Berita ini diterbitkan namun pihak Sekolah Rakyat kota Tebing Tinggi belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan keracunan makanan tersebut. Kini para orang tua berharap kasus ini segera diusut tuntas demi menjamin keselamatan siswa yang bersekolah di SR. ( HL 24)
Editor….zamri.

More Stories
SMPN 4 Selatpanjang Buka 4 Jalur, Prestasi Paling Banyak 32 Siswa
Polri Turun ke Lahan, Polsek Rangsang Pastikan Program Jagung Pipil Berjalan Optimal
Delapan Desa Duduki Pabrik CPO PT GML, Tolak Perpanjangan HGU