KAMPAR— Dugaan ketidaksesuaian pengelolaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana kembali mencuat di dunia pendidikan Kabupaten Kampar. Kali ini, sorotan mengarah ke UPT SMPN 2 Tambang, yang dipimpin Kepala Sekolah Mawardi, M.Pd.I.
Kondisi sejumlah fasilitas sekolah yang dinilai memprihatinkan menjadi perhatian serius. Berdasarkan hasil penelusuran awak media ditemukan sejumlah bagian bangunan sekolah dalam kondisi rusak, mulai dari plafon yang hancur dan ambruk hingga kaca jendela yang pecah.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik. Sebab, fasilitas sekolah merupakan bagian penting dalam menunjang proses belajar-mengajar sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para siswa.
SMPN 2 Tambang diketahui memiliki jumlah peserta didik sekitar 600 orang. Dengan jumlah siswa yang cukup besar tersebut, kondisi sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan tentu patut menjadi perhatian serius pihak sekolah maupun instansi terkait.
Persoalan semakin menjadi sorotan ketika muncul pertanyaan mengenai alokasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang disebut-sebut mencapai puluhan juta rupiah setiap tahunnya.
Publik mempertanyakan, apabila anggaran pemeliharaan tersedia, mengapa masih ditemukan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah?
“Kalau memang ada anggaran pemeliharaan, mengapa bangunan sekolah bisa sampai seperti ini? Kondisi ini sangat memprihatinkan dan harus segera diperbaiki, apalagi menyangkut keselamatan siswa,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Selain anggaran pemeliharaan, masyarakat juga menyoroti Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima SMPN 2 Tambang setiap tahunnya dengan nilai ratusan juta rupiah.
Pengelolaan dana tersebut tentunya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, masyarakat menilai perlu ada penjelasan mengenai perencanaan, penggunaan, hingga realisasi anggaran yang berkaitan dengan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
Saat awak media menemui Kepala SMPN 2 Tambang, Mawardi, M.Pd.I, Awak media mempertanyakan penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah yang dipimpinnya.
Awak media mempertanyakan, ke mana alokasi dana pemeliharaan sarana dan prasarana tersebut digunakan, mengingat masih terdapat sejumlah fasilitas sekolah yang terlihat mengalami kerusakan.
Dalam kesempatan tersebut, awak media juga meminta penjelasan mengenai bangunan atau fasilitas apa saja yang telah direnovasi menggunakan anggaran pemeliharaan setiap tahunnya.
Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh awak media di lapangan, Kepala Sekolah Mawardi belum dapat menunjukkan secara jelas fisik bangunan atau fasilitas yang telah direnovasi menggunakan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sebagaimana yang dipertanyakan.
Kondisi tersebut semakin memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai transparansi dan realisasi penggunaan anggaran pemeliharaan di SMPN 2 Tambang.
Namun demikian, kondisi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai bentuk penyelewengan anggaran tanpa adanya pemeriksaan dan audit dari pihak berwenang. Diperlukan penelusuran terhadap dokumen perencanaan, laporan penggunaan dana, bukti belanja, serta kondisi fisik pekerjaan untuk memastikan apakah terdapat ketidaksesuaian antara anggaran dan realisasinya.
Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Pemeriksaan lapangan dinilai penting untuk memastikan seluruh fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan segera mendapatkan penanganan.
Selain itu, apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran, masyarakat meminta aparat pengawas maupun aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan.
✍️✍️ Tim

More Stories
Dugaan Korupsi Revitalisasi SMAN 2 Enok, Aliansi Jurnalis Anti Korupsi Endus Keterlibatan Oknum Disdik Riau
Dugaan Penyelewengan Dana BOS Hampir Rp2 Miliar, AJAR Desak Kejari Kampar Periksa Kepsek SMPN 1 Siak Hulu.
Diduga Pungutan Rp100 Ribu Saat PPDB, Dana Pembangunan Mushola SMKN 1 Bangkinang Kota Dipertanyakan.